PASAR SORE DESA MOJOPURO

Covid-19 memiliki dampak yang besar untuk masyarakat,karena perekonomian menurun. Berbagai sektor terdampak yang menyebabkan melemahnya aktivitas ekonomi, baik berupa usaha produksi maupun jasa yang gulung tikar, sehingga banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi parapegawai di perusahaan/pabrik. Pedagang Pasar tradisional pun tak lepas dari dampak Covid-19. Aturan Pemerintah untuk Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) menyebabkan tidak bisa berjualan seperti biasa.

 

Berawal dari situasi tersebut, inventor memiliki gagasan untuk melakukan sebuah terobosan dengan mengadakan pasar tradisional berbasis PROTOKOL KESEHATAN guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan perekonomian masyarakat Desa Mojopuro tetap berjalan.Pasar Sore Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri adalah pasar tradisional yang didirikan awal tahun 2020, mulai beroperasi dan secara sederhana diresmika noleh Bupati Wonogiri tepatnya tanggal 18 Januari  2020 bebarengan dengan acara Gowes dan Sarasehan di wilayah Kecamatan Jatiroto. Pasar Desa ini dikelola oleh salah satu Unit Usaha Bumdes Cipta Digdaya Desa Mojopuro.

Tujuan dan Manfaat :

 

Tujuan:

  1. Meningkatkan perekonomian masyarakat yang mulai melemah akibat dampak covid-19.
  2. Memberikan kesadaran bagi masyarakat agar tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19.
  3. Membina masyarakat untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi tatanan pola hidup baru “New Normal”.

 

Manfaat

      1. Menjaga kestabilan ekonomi masyarakat ditengah wabah pandemi
      2. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Mojopuro dan sekitarnya dengan adanya sumber pendaatan melalui berdagan
      3. Membantu pemerintah dalam menerapkan protocol kesehatan bagi masyarakat yang tetap bekerja khususnya pedagang.
      4. Adanya Income bagi BUMDes melalui Unit Usaha Pengelolaan PasarDesa.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan