SEJARAH DESA

Dalam perjalanannya sejarah berdirinya Desa Mojopuro merupakan hal yang perlu diungkapkan untuk dapat diketahui secara umum pada masyarakat agar proses sejarah desa dapat diketahui pada anak cucu dimasa mendatang. Sebelum semuanya terpaparkan dalam kesempatan ini penyusun telah mendapati pelaku sejarah di desa Mojopuro Kecamatan Jatiroto dari Pemerintahan Hindia Belanda, masa Pemerintahan Pendudukan Jepang sampai dengan sekarang. Hal ini juga mendasari akan keinginan masyarakat Desa Mojopuro agar benar-benar menyadari dan terbuka pandangan serta fikiran sehingga diharapkan mempunyai rasa ikut memiliki, melindungi, dan melestarikan nilai-nilai yang ada didalamnya. Dalam bahasa jawa dikatakan ( melu handarbeni, hangrungkepi mulat sariro hangrosowani ) keberadaan Desa Mojopuro agar selamanya menjadi bagian dari sejarah berdirinya sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejarah berdirinya Desa Mojopuro menurut salah satu tokoh adat berawal dari sebuah pohon Mojo yang terletak di selatan sungai keduang tepatnya arah selatan dari kantor Desa Mojopuro saat ini dibuat literatur kuranglebih 1200 m dengan melewati sungai Keduwang diatas jembatan Dongamblo. Pohon Mojo tersebut konon menurut sejarah bertepatan diwilayah  Jopuro  yang merupakan awal dari sebuah wilayah kecil yang menjadi titik pertama berdirinya sejarah Desa Mojopuro yang sampai saat ini menjadi wilayah Rt 006/007 tepatnya terletak di dusun Gayam sehingga diambil penafsiran dua kata tersebut digabungkan dari kata MOJO dan JOPURO sehingga menjadi MOJOPURO.

Sebelum kita menjelaskan lebih jauh lagi tentang hal ini ada beberapa sejarah penting yang ada didalamnya baik secara fisik maupun yang tingga sebuah nama. Dalam penelusuran sederhana lewat beberapa sumber yang saat ini masih ada antara lain disebutkan ada tempat yang diberi nama Batu Telapak. Keberadaan Batu tersebut ada bebrabagai macam bentuk telapak yang menggambarkan telapak manusia dan hewan yang sekarang saat dituliskan literature ini masih ada. Kemudian ada salah satu dusun kecil yang diberi nama Dungjangan kala itu wilayah tersebut merupakan tempat mandi para hewan kijang atau menjangan di sungai yang terkenal dengan nama Kedung Menjangan serta masih banyak lagi sejarah keberadaan Desa Mojopuro yang belum termuat.